Selama bertahun-tahun
Ketakutanlah yang mengikat manusia
Kesendirian.
Sebuah Ironi,
Menjebak, merasuk
Hingga mendarah daging
Lalu,
Mengantarkan aku
Padamu.
Kewarasan aku patut dipertanyakan:
Apakah aku ada?
Ataukah - Aku adalah sebuah eksistensi
Yang muncul karena alasan
Yang telah tercatat
Dalam hati masing-masing insan,
Khususnya kamu.
Detak jantung dan jam besar itu kini tak beda:
Gemetaran ketakutan,
Akan kehilangan
Alasan itu:
Sosokmu.
Kumenggelantung di seutas rantai memori
Serpihan ingatan memaksa aku
Untuk menjatuhkan diri
Dulu
Mendengar hentakan kakimu yang menuju kemari
Merupakan lantunan yang terdengar indah:
Melodi penuh rasa menusuk - sunyi namun tak sepi
Seirama suasana hati yang menggema.
Lalu, menampar aku hingga sadar
Bahwa aku: ada!
Namun kini
Menunggu seekor burung untuk berkicau pun
Aku tuli.
***
Kuseruput kopi yang tersisa
Mungkin yang pertama hari ini - atau terakhir?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar